Goresan Hari Selasa
Ungkapan takdir menelan kasar sebuah impian
Tak berbisik pun tak nampak
Hanya berdiam tanpa berkutik
Hanya menunggu goresan, harap perubahan
Agar bahagia, agar tertuju
Untuk apa jika hanya membelenggu
Membatukan otak, mengoyak pikiran, menyekik napas
Untuk apa jika menyakiti
Menggores kulit, menyayat hati, menusuk jiwa
Harum bunga tak tercium
Rengkuhan tak terasa
Pandangan penuh kabut
Satu tenggak
Dua tenggak
Terdiam, semakin nyeri, semakin kacau
ㅡ miri,
puisi hari ini yang dibuat saat sedang self-quarantine yang kesekian hari.

0 comments