puisi hari ini - goresan hari selasa




Goresan Hari Selasa





Ungkapan takdir menelan kasar sebuah impian


Tak berbisik pun tak nampak


Hanya berdiam tanpa berkutik


Hanya menunggu goresan, harap perubahan


Agar bahagia, agar tertuju


Untuk apa jika hanya membelenggu


Membatukan otak, mengoyak pikiran, menyekik napas


Untuk apa jika menyakiti


Menggores kulit, menyayat hati, menusuk jiwa


Harum bunga tak tercium


Rengkuhan tak terasa


Pandangan penuh kabut


Satu tenggak


Dua tenggak


Terdiam, semakin nyeri, semakin kacau





 miri, 


puisi hari ini yang dibuat saat sedang self-quarantine yang kesekian hari.














0 comments